Langsung ke konten utama

Buletin Naskah Khutbah, Edisi 18 Minggu Ke-IV bulan September 2024

 MENELADANI KERENDAHAN HATI RASULULLAH SAW

Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud

(Penyuluh Agama Islam KUA Winong, Kabupaten Pati)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِأَنْفُسِنَا وَمِن سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ  وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ  أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ.

 

Hadirin Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah,

Melalui khutbah jum’at pada siang hari ini, marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt, yaitu dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, baik kapan saja, dimana saja serta dalam kondisi bagaimanapun juga. Selanjutnya, melalui khutbah jum’ah pada siang hari ini, akan saya sampaikan khutbah dengan judul “Meneladani Kerendahan Hati Rasulullah Saw”.

Hadirin Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah,       

Rasulullah Muhammad Saw, adalah sosok yang sangat agung yang harus menjadi teladan dalam kehidupan kita, dalam baik dalam ucapan, perbuatan, maupun sikapnya. Perintah untuk meneladani Rasulullah Saw, ditegaskan oleh Allah Swt dalam Q.s. Al-Ahzab ayat 21 sebagai berikut:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ        

Artinya, “.  Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah..” (Q.S. Al-Ahzab : 21).

 

Hadirin Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah,

Rasulullah Saw adalah sosok yang sangat mulia dan agung. Walaupun begitu, Kemuliaan dan ketinggian derajat seseorang di hadapan Allah seperti Nabi dan Rasul tidak membuat Nabi Muhammad merasa harus dihormati (gila kehormatan) di hadapan manusia. Pada hakikatnya kemuliaan seseorang tidak ditampilkan di depan orang lain, justru kerendahan hati seseorang dapat menaikkan kehormatan.  Kesombongan yang pada hakikatnya menjatuhkan kehormatan seseorang.

Rasulullah Saw sendiri, telah memberikan penjelasan melalui sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, sebagai berikut:

 مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلّٰهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

Artinya: Tidak akan berkurang harta seseorang karena bersedekah, tidaklah Allah s.w.t. menambah terhadap seseorang yang mau memaafkan melainkan kemuliaan dan tidak ada seorang pun yang bersifat tawaddhu’ (merendahkan diri) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.

 

Hadirin Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah,

Melalui hadis diatas, Rasulullah Saw menegaskan bahwa dengan sikap tawadhu’, maka Allah Swt akan meninggikan derajatnya. Dengan kerendahan hatinya, seseorang justru akan menjadi terhormat dihadapan Allah Swt dan juga dihadapan sesama manusia.

Sikap rendah hati yang dijelaskan oleh Rasulullah Saw, telah dicontohkan pula oleh Rasulullah Saw di kehidupan sehari-harinya dalam berinteraksi kepada orang lain. Salah satunya adalah, Rasulullah Saw selalu memulai mengucapkan salam kepada orang yang di temui dalam perjalanan.

Berkaitan dengan hal tersebut, dijelaskan dalam sebuah riwayat yang dikutip oleh al-Imam Al-Bukhari dalam Shahihnya, sebagai berikut:

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى غِلْمَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ

 

Artinya, "Dari Anas r.a. sesungguhnya Rasulullah SAW melewati beberapa anak kecil, maka beliau mengucapkan salam pada mereka." (HR. Al-Bukhari)

Hadits diatas, merupakan dalil anjuran bersikap rendah hati dan juga menjadi bukti kerendahan hati Rasulullah Saw. Al-Imam Abu Zakaria Muhyid-Din Yahya bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, menerangkan pula tentang kandungan hadis tersebut, bahwa hadis tersebut berisi anjuran untuk rendah hati, anjuran menyebarluaskan salam kepada seluruh manusia, dan bukti kerendahan hati serta kecintaan Nabi kepada seluruh manusia."

Begitulah sosok panutan kita Rasulullah Muhammad Saw yang selalu kita peringati hari kelahirannya pada bulan rabi’ul awwal. Peringatan tersebut, hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk kita mempelajari, memahami dan meneladani akhlak dan budi pekerti Rasulullah Saw.

 

Hadirin Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah,

Dari uraian khutbah tersebut, marilah kita berusaha untuk dapat meneladani sikap rendah hati Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat menghilangkan rasa angkuh dan sombong karena kekayaan kita, jabatan kita, keilmuan kita, dan sebagainya..

Semoga kita semua diberi umur panjang oleh Allah Swt, sehat wal ‘afiyat, fi tha’atillah, istiqomah ibadah kita, rizki yang agung, halal, barokah, putra-putri yang sholih dan sholihah, keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah dan dapat meninggal dunia dalam keadaan Iman, Islam, serta khusnul khotimah dan pada gilirannya bisa dakholal jannah ma’al ambiya’ wal mursalin wal auliya’ wasy-Syuhada’ wash-shalihin. Amiin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

 

KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ لِلّهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

FILE DAPAT DIDOWNLOAD DISINI

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BULETIN KHUTBAH JUM'AT KUA KECAMATAN WINONG, KABUPATEN PATI

  Naskah Khutbah Jum’at Ditulis Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud (Penyuluh Agama Islam Kua Kecamatan Winong, Kab. Pati)   1.                   Edisi 1_Mei 2024_Spirit Islam Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan https://drive.google.com/file/d/1GpHcVzcHiB6N2okYgg69nmMgZCg_QQcm/view?usp=drive_link   2.                   Edisi 2_Minggu 1_Juni 2024_Membumikan Nilai Pancasila Menguatan Moderasi Beragama https://drive.google.com/file/d/1YbuFEQIec6dCLV-pUuYKgSx45UBqj-sQ/view?usp=drive_link   3.                   Edisi 3_Minggu 2_Juni 2024_Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt, Jalan Menuju Taqwa https://drive.google.com/file/d/16R1pLUMT88k9M2UrSApuI7mIoZvDJtAr/view?usp=drive_link   4.    ...

Pembinaan Muallaf di KUA Kecamatan Winong, Pati

  Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud (kontributor)   Winong, 30 September 2024_Kepala KUA Winong, memberikan pembinaan kepada seorang Mualaf dari desa Kudur, Winong, Pati di KUA Kecamatan Winong, Kabupaten Pati Jawa Tengah. ABD. Kafi, M.Ag (Kepala KUA Winong) dalam pembinaannya menyampaikan beberapa point penting untuk menguatkan keimanan dari mualaf yang bernama Ibu Sulastri. Dalam pembinaanya, Abd Kafi, M.Ag menjelaskan bahwa keimanan, keislaman merupakan nikmat yang terbesar yang harus disyukuri dan dijaga sampai akhir hayat. Dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 102, telah dijelaskan bahwa يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”. Islam adalah agama yang moderat dan tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Namun, segala pilihan berdasarkan...

UPAYA MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH

  UPAYA MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud Pernikahan, disebut sebagai mutsaqan ghalidza (ikatan yang kuat) sehingga menuntut kepada pasangan yang telah memantapkan diri untuk menikah, mampu menjaga pernikahannya agar langgeng dan bahagia.   Sebagaimana disebutkan dalam UU N o. 1 Tahun 1974, p asal 1 , “ Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa ” . Sebagaimana yang dikemukakan pula dalam al-Qur’an surat ar-Rum ayat 21, bahwa pernikahan bertujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah . Keluarga yang penuh dengan kedamaian, cinta dan kasih sayang. Untuk mewujudkan itu, tentu saja dibutuhkan peran bersama antara suami dan istri, bagaimana mengelola keluarga, mengelola konflik dalam rumah tangga, dapat dilakukan secara bersama-sama dengan komunikasi yang baik antar pas...