Langsung ke konten utama

MASA LALU HARUS DIJADIKAN PELAJARAN, MASA DEPAN HARUS DIRAIH DENGAN USAHA BERSAMA SUAMI ISTRI

 Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud


Winong, 30 September 2024_KUA Winong mengadakan pembinaan kepada pasangan calon pengantin. Pembinaan mandiri itu, dilaksanakan oleh Eko Rahmanto, S.Ud (Penyuluh Agama Islam KUA Winong) kepada pasangan calon pengantin yang akan menikah.

Pasangan calon pengantin yang diberikan penyuluhan keluarga sakinah itu, adalah seorang janda beranak satu yang akan menikah dengan seorang perjaka. Dalam pembinaanya, dibahas sekilas tentang keluarga sakinah dalam pandangan Islam dan pandangan Undang-Undang. Point pentinya yang harus diingat, bahwa pernikahan dalam definisi yang dikemukan oleh UU No 1 Tahun 1974, disebutkan bahwa pernikahan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa.

Artinya, diharapkan seseorang yang menikah itu dapat memiliki keluarga yang kokoh dan kekal (tidak terjadi perceraian) serta merasakan kebahagian dalam hidup berumah tangga.

Karena salah satu pasangan telah berstatus janda beranak satu, maka dipesankan khususnya kepada calon mempelai laki-laki untuk kelak tidak mengungkit status masa lalu istri dan juga harus menyayangi anak yang dibawa oleh calon istri seperti anaknya sendiri. “jangan sampai ada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) baik secara fisik ataupun non fisik kepada istri dan anak kedepannya”. Tegas Eko Rahmanto dalam pembinaannya.

Selanjutnya, Eko juga berpesan kepada kedua calon agar menjadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan bagaian. Kuncinya, jaga komunikasi yang baik antar pasangan, saling menghormati, menyayangi, mengasihi dan mencintai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UPAYA MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH

  UPAYA MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud Pernikahan, disebut sebagai mutsaqan ghalidza (ikatan yang kuat) sehingga menuntut kepada pasangan yang telah memantapkan diri untuk menikah, mampu menjaga pernikahannya agar langgeng dan bahagia.   Sebagaimana disebutkan dalam UU N o. 1 Tahun 1974, p asal 1 , “ Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa ” . Sebagaimana yang dikemukakan pula dalam al-Qur’an surat ar-Rum ayat 21, bahwa pernikahan bertujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah . Keluarga yang penuh dengan kedamaian, cinta dan kasih sayang. Untuk mewujudkan itu, tentu saja dibutuhkan peran bersama antara suami dan istri, bagaimana mengelola keluarga, mengelola konflik dalam rumah tangga, dapat dilakukan secara bersama-sama dengan komunikasi yang baik antar pas...

BULETIN KHUTBAH JUM'AT KUA KECAMATAN WINONG, KABUPATEN PATI

  Naskah Khutbah Jum’at Ditulis Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud (Penyuluh Agama Islam Kua Kecamatan Winong, Kab. Pati)   1.                   Edisi 1_Mei 2024_Spirit Islam Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan https://drive.google.com/file/d/1GpHcVzcHiB6N2okYgg69nmMgZCg_QQcm/view?usp=drive_link   2.                   Edisi 2_Minggu 1_Juni 2024_Membumikan Nilai Pancasila Menguatan Moderasi Beragama https://drive.google.com/file/d/1YbuFEQIec6dCLV-pUuYKgSx45UBqj-sQ/view?usp=drive_link   3.                   Edisi 3_Minggu 2_Juni 2024_Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt, Jalan Menuju Taqwa https://drive.google.com/file/d/16R1pLUMT88k9M2UrSApuI7mIoZvDJtAr/view?usp=drive_link   4.    ...

Khutbah Jum’at / Edisi Ke-21/Minggu IV Bulan Oktober 2024

  MENGUATKAN SEMANGAT SANTRI DALAM MERAWAT NILAI-NILAI PERJUANGAN Oleh: Eko Rahmanto, S.Ud (Penyuluh Agama Islam KUA Winong, Pati) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، يُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ يَشَاءُ وَيَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ يَشَاءُ وَيُعِزُّ مَنْ يَشَاءُ وَيُذِلُّ مَنْ يَشَاءُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ،أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُوْنِنَا سَيِّدِنَا وَ مَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ   وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ   أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةً...